10 tahun lalu

7 Jun 2010

Ketika itu aku baru berusia 9 tahun.Masih teringat di benakku dimana aku melihat keramaian dirumahkku.Ku lihat wajah-wajah gelisah yang menghiasi rumahku. Beberapa diantaranya terlihat sibuk mondar-mondir dengan wajah yang sama sekali tidak menggambarkan ada kesenangan dirumahku.Tiba-tiba seorang wanita setengah baya memanggilku dengan suara khas serak basahnya itu,dengan nada lembut dan dan dengan mata yang memerah dia memintaku untuk cepat masuk kedalam rumah.Aku benar-benar tidak mengerti apa yang sedang terjadi saat itu. Dalam berpakain merah putih dengan tas hitam di belakangku,aku bersegera masuk.Aku langsung terpaku ketika kulihat sosok laki-laki bijaksana,penuh perhatian dan sangat kusayangi terbaring lemah tak berdaya diatas kasur tipis. Di sampingya kulihat wanita ayu dengan usia kanduanganya yang sudah 9 bulan. Dialah wanita yang mengandung dan melahirkanku. Air matanya terus mengalir,sambil mengusap-usap kening sosok dihadapannya. Seluruh badanku terasa lemas aku tak berdaya menopangnya. Akhirnya aku pun terjatuh dihadapannya. Pada saat itu sudah tidak lagi yang bisa di lakukan keluargaku. Dokter pun sudah tidak bisa membantu banyak. Kami hanya bisa pasrah kepada Allah SWT atas apa yang akan terjadi.

Selama beberapa hari dia masih terbaring lemah. Hingga sampai saat lahirlah seorang anak perempuan dirumahku. Gadis kecil yang sangat lucu. lagi-lagi ketegangan pun terjadi.Ketika anak itu dilahirakan, dia tidak menangis dan kulitnya pun sangat putih. Kami mengira anak itu sudah tidak bernyawa. Namun tiba-tiba gadis kecil itu pun menagis,ketika mendengar suara lemah lembut berseru menanyakan bagaimana proses kelahirannya. Aku sangat senang karena sosok yang selama ini terbaring lemas di tempat tidurnya dan tak mampu berbuata apa-apa, mampu melangkahkan kakinya. Tak terasa air mataku pun mengalir. Kulihat gadis kecil lucu itupun mampu di peluknya. Wanita yang tadi berteriak memperjuangkan hidupnya untuk mengeluarkan si mungil, juga ikut tersenyum.

Semua itu tidak akan pernah ku lupa. Itu akan jadi kenangan dan pelajaran dalam hidupku. Dimana aku harus sabar dalam menghadapi cobaan dalam hidup ini. Usia memang baru 9 tahun pada saat itu, usia dimana aku harus menyaksikan sepasang suami isteri yang sedang di uji. Sang isteri yang sedang mengandung 9 bulan, yang membutuhkan semangat dan kasih sayang dari suaminya ketika dia melahirkan, namun dia harus sabar menerima kelahiran anak ke empatnya tak didampingi suaminya. Karena sang suami yang sakit keras dan hanya bisa pasrah terhadap apa yang akan terjadi.

Namun Allah SWT masih memberikan kesempatan keluargaku berkumpul sampai saat ini. Gadis mungil itu pun kini berusia 10 tahun. Dia sudah mencetak banyak prestasi yang sangat membanggakan.

Terimakasih ya Allah…

Lindungilah keluargaku dari segala mara bahaya…!!amin…….


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post